Home > Curhat

Shooting Stars, Sisi Lain Skandal Artis Korea

Artis adalah manusia biasa, tempatkan dia juga sebagai manusia, bukan hanya idola dengan kesempurnaannya.

Chingudeul

Drama Korea Shooting Stars baru saja menyelesaikan episode terakhirnya, Sabtu (12/6) malam tadi. Meski terhitung drama ringan, tetapi drama ini memberi kesan tersendiri bagi penulis.

Shooting Star, drama tentang kisah di balik layar industri hiburan Korea Selatan memberi sudut pandang baru bagi penulis. Jika selama ini, penulis sebagai penikmat drama dan penggemar artis Korea berpikir hanya tentang kehidupan artis dan perintilannya, drama ini memberi sisi lain tentang orang-orang di balik keartisan seseorang.

Kesuksesan seorang artis, tidak terlepas dari peran-peran orang di sekitarnya, mulai dari manajer, agensi, bahkan tim publisitas atau humas. Kesuksesan seorang bintang juga menjadi kebahagiaan dan kebanggaan orang-orang di baliknya.

Bagaimana seorang artis mulai ditemukan, diasah bakat, hingga konsisten menjadi bintang yang bersinar. Menjadi mudah jika si artis memahami dirinya sebagai figur publik sehingga berhati-hati dalam bertindak. Hal ini penting, mengingat kerasnya dunia hiburan Korea. Meski terdengar tak lazim, tetapi kesempurnaan dari seorang artis menjadi harapan.

Begitu pun jika seorang artis terlibat skandal, juga akan berpengaruh pada orang-orang di sekitarnya. Shooting Star memberi gambaran bagaimana sibuknya manajer, agensi dan tim humas membereskan masalah skandal artisnya. Bukan hanya menjawab pertanyaan media tetapi juga berupaya bagaiamana opini publik tetap berpihak kepada artisnya.

Jika skandal masih bisa diselesaikan, maka terselamatkan artis tersebut. Tetapi jika tidak, pada akhirnya artis itu perlahan siap menelan kejatuhannya.

Selain itu juga, yang paling membekas dari Shooting Star ini, adalah tentang kehidupan pribadi dari seorang artis. Saya memahami bagaimana seorang artis juga adalah manusia biasa. Tentu mereka ingin mempunyai waktu pribadi bersama keluarga, teman-teman atau pasangan yang ingin mereka bahagiakan. Tetapi sebagai idola, tentu ini tidak mudah.

Begitu pun soal pasangan, menonton drama ini saya seperti disentil tentang kriteria pasangan untuk artis idola. Tidak dipungkiri, kadang sebagai penggemar saya kerap kecewa jika ada artis idola berkencan dengan seseorang yang dinilai tidak sesuai atau juga bahkan menjodoh-jodohkan dengan artis yang dipasangkan dalam drama.

Saya lupa mereka juga memiliki hak sendiri untuk menentukan kehidupan maupun perasaan mereka, hehehe. Di drama ini bagaimana Kim Young Dae yang berperan sebagai Gong Tae-sung begitu digilai oleh penggemarnya, tetapi dia juga mempunyai hubungan dengan orang non-selebriti Oh Han Byeol yang diperankan aktris Lee Sungkyung.

Dulu saya kerap bertanya, kenapa artis Korea yang memiliki kekasih non-selebriti enggan untuk diekspose, terlepas adanya aturan perlindungan pribadi di negara. Kini, sudut pandang saya berubah, bagaimana ketidaknyamanan kekasih dari seorang aktris seperti dibanding-bandingkan, sorotan media, hingga dibully.

Drama ini meskipun memiliki rating rendah di negara asalnya, tetapi saya beri bintang *****. Sebab, banyak drama bagus dan berating tinggi, tetapi tidak banyak drama yang bisa memberi kesan dan pelajaran bagi penikmatnya.

Nah, drama ini masuk kategori kedua. Shooting Star berhasil memberikan gambaran lain tentang sisi seorang artis dan orang-orang di sekitarnya. Tentunya, ini pelajaran bagi saya dari kalangan penggemar drama internasional bagaiamana memandang artis sebagai manusia, bukan hanya sebagai idola dengan kesempurnaannya.

Terimakasih Shooting Star, khususnya Lee Sung-kyung dan Kim Young-dae

× Image